Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Polewali Mandar Muhammad Nawir Buka Acara Musrenbang Kecamatan Limboro
Limboro – Pemerintah Kecamatan
Limboro bekerjasama dengan Balitbanreng Kabupaten Polewali Mandar
menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan
Limboro tahun 2023 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah RKPD)
Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2024 Rabu, 8 Meret 2023. Dihari yang sama
pelaksanaan musrenbang kecamatan juga berlangsung di Kecamatan Campalagian,
Tinambung dan Balanipa. Musrembang di Kecamatan Limboro
dilaksanakan di aula Kantor Camat Limboro dimulai sekitar 09.00 wita. Selain
dihadiri oleh Tim Musrembang Kabupaten, hadir pula dalam acara tersebut Kadis DP2KBP3A, Kadis Perhubungan dan perwakilan
OPD lainnya, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Polewali Mandar (Muhammad Nawir)
yang mewakili Bupati Polewali Mandar, Jasman, perwakilan Anggota DPRD Kabupaten
Polewali Mandar dari Dapil II, Kapolsek Tinambung, Danramil Tinambung, Kepala
UPTD Puskesmas Limboro, Kepala BPP Kecamatan Limboro, Kepala KUA Kecamatan
Limboro Limboro, Koordinator PLKB Kecamatan Limboro, para Kepala Desa/Lurah, tim
delegasi dari masing-masing desa/kelurahan, Perwakilan dari beberapa sekolah,
serta unsur penting lainnya. Acara tersebut dimulai dengan
menyanyikan lagu Indonesia Raya yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan
dengan sambutan dari Camat Limboro. Dalam sambutannya Arman Syam selaku
camat Limboro menyampaikan beberapa poin penting yang bersifat urgen dan perlu
mendapat perhatian serta dapat dipertimbangkan dalam penyusunan perencanaan
untuk tahun 2024.“Dalam
pelaksanaan musrenbang tahun ini sedianya akan dihadiri oleh sekitar 120 orang
peserta dimana sebentar masing-masing kepala desa dan lurah akan memaparkan
usulan prioritasnya masing-masing, paparnya. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa untuk
bidang infrastruktur, beberapa bulan terakhir ketika terjadi hujan lebat yang
berlangsung dua sampai tiga jam, di Desa Palece dan Kelurahan Limboro, dan Desa
Lembang-Lembang akan terjadi banjir yang diakibatkan oleh luapan anak sungai
(lembang) Samasundu yang debit airnya akan meluber kemana-mana. Selain itu
jembatan yang ada di Kelurahan Limboro juga terancam putus apabila terus
terjadi pengikisan tanah yang diakibatkan oleh luapan sungai Mandar dan luapan
anak sungai samasundu. Dibidang Pendidikan terdapat dua
sekolah yang proses belajar mengajarnya kadang terganggu yang diakibatkan oleh
kendala pembebasan lahan di sekolah tersebut. Dua sekolah tersebut yakni SDN
No. 008 Camba-Camba dan SDN 031 Banu-Banua. Di bidang kesehatan, angka stunting
di Kecamatan Limboro masih cukup tinggi yakni peringkat 5 pada skala kabupaten
dimana Desa Lembang-Lembang, Desa Samasundu dan Kelurahan Limboro masih tinggi
angka stuntingnya. Diakhir sambutannya Camat Limboro
menyatakan bahwa aula kantor camat Limboro yang biasanya dijadikan tempat pertemuan
atau rapat masih sempit dan tidak bisa menampung peserta dalam jumlah yang
banyak seperti perserta musrembang hari ini yang jumlah pesertanya kalau sesuai undangan sekitar 120
orang akan tetapi daya tamping ruangan hanya sekitar 75 orang. Hal-hal tersebut
bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk perencanaan pembangunan di tahun 2024. Sementara itu dalam sambutannya Jasman,
anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar menyatakan beberapa hal penting yang
perlu menjadi perhatian dalam musrenbang ini seperti hal-hal yang akan
dirumuskan dalam bidang infrastruktur mempertibangkan pembukaan akses desa-desa
yang jauh dimana mereka harus berputar untuk bisa menjangkau Kantor Camat
Limboro. Desa-desa tersebut Desa
Pendulangan dan Desa Todang-Todang. Lebih lanjut dia dia mengharapkan supaya
pengaspalan jalan Napo – Todang-Todang tidak lagi terkena pengurangan. Demikian
juga dengan pengikisan tanah yang diakibatkan oleh luapan sungai Mandar yang
mengancam pemukiman warga, tempat ibadah, dan juga jembatan yang mengancam terputusnya
akses jalan Poros Alu.Sementara itu Muhammad Nawir, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Polewali Mandar, membacakan Sambutan
Bupati Polewali Mandar sekaligus membuka pelaksanaan musrenbang Kecamatan
Limboro. Dalam sambutannya dia menyatakan bahwa mudah-mudahan masalah pendidikan
dan kesehatan seperti yang dipaparkan pak camat sebelumnya tidak perlu kita
menunggu di tahun 2024, tapi mudah-mudahan bisa kita akomodir tahun ini. Diakhir
sambutannya dia mengajak peserta untuk mengikuti musrenbang dengan serius. Setelah acara pembukaan, acara
dilanjutkan dengan acara inti musyawarah/diskusi berupa pemaparan usulan prioritas
masing-masing desa/kelurahan yang terdiri atas empat sektor yakni sektor infrastruktur,
ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Beberapa usulan prioritas dari
desa/kelurahan seperti pengadaan/rehabilitasi jalan, peningkatan kualitas rumah
tidak layak huni, normalisasi drainase/selokan, rehabilitasi pustu, dan rehabilitasi
jembatan untuk bidang infrastruktur. Untuk bidang ekonomi, usulan prioritas seperti pengadaan ternak sapi dan kambing, pelatihan UMKM, pelatihan
tenun sutra, pengadaan bibit kepala, pelatihan kelompok tani, pengadaan bibit
tanaman holtikultra dan non holtikultura. Untuk bidang pendidikan seperti
rehabilitasi gedung PAUD, rehabilitasi/pembangunan pagar sekolah, pembangunan TPA,
rehabilitasi ruang kelas sekolah, pelatihan pemuda pelopor. Sementara untuk bidang
kesehatan usulan priorotas desa/kelurahan seperti rehablitasi gedung puskesmas,
rehabillitasi pustu, penngolahan sampah, pembangunan MCK untuk fasilitas umum, dan
pengadaan mobil ambulance.
Setelah pemaparan usulan
masing-masing desa/kelurahan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi/tanggapan. Dalam
kesempatan tersebut Kepala Puskesmas Limboro, Hj. Kartini menyatakan kondisi
Puskesmas Limboro yang selalu kebanjiran apabila terjadi hujan lebat. Hal
tersebut perlu mendapat perhatian serius, dalam hal ini setidaknya gedung
Puskesmas Limboro yang berada dibagian depan bisa ditinggikan setidaknya tinggi
lantainya bisa lebih tinggi dari ruas jalan raya paparnya.